Tuesday, 31 March 2015

Sistem Pendidikan di Jepang dan Korea Selatan

Pendidikan Jepang





Pendidikan di Jepang mencakup pendidikan formal di sekolah, pendidikan moral di rumah, dan pendidikan masyarakat (pendidikan seumur hidup). Wajib belajar pendidikan dasar dan menengah berlaku untuk penduduk berusia 6 tahun hingga 15 tahun. Penduduk terdaftar yang memiliki anak usia wajib belajar akan menerima pemberitahuan untuk memasukkan anak ke sekolah. Sebagian besar lulusan sekolah menengah pertama melanjutkan ke sekolah menengah atas.

Tahun ajaran dimulai bulan April. Kegiatan belajar mengajar berlangsung dari Senin hingga Jumat (sekolah negeri) atau Sabtu (sekolah swasta). Satu tahun ajaran dibagi menjadi 3 caturwulan yang dipisahkan oleh liburan singkat musim semi dan musim dingin, serta liburan musim panas yang lebih panjang. Lama liburan sekolah bergantung kepada iklim tempat sekolah tersebut berada. Di Hokkaido dan tempat-tempat yang banyak turun salju, libur musim dingin lebih panjang dan libur musim panas lebih pendek.


Di Jepang, Orangtua sudah menetapkan masa depan anak sejak kecil (sebelum anak mulai sekolah). Di rumah ibu mengawasi anaknya belajar, mengirim ke tempat les/mendatangkan guru les ke rumah. Sekolah yang elit sejak SD hingga Universitas akan mendatangkan masa depan yang cerah, karena banyak perusahaan Jepang yg memilih pegawainya dari universitas-universitas ternama (bahkan sudah dipilih dan dipesan sejak orang itu masih berstatus mahasiswa yang lulusnya nanti akan bekerja di perusahaan itu). Maka, para orangtua menyuruh anaknya untuk bisa kuliah di universitas terkenal, agar bisa masuk universitas terkenal, maka harus pintar dan biasanya sekolah di SD-SMA yang terkenal.


Untuk mengatasinya, maka pendidikan Jepang dirubah yang disebut "Yutori Kyouiku”, yaitu pendidikan yang lebih longgar. Misalnya hari Sabtu diliburkan dan buku pelajaran lebih tipis. Namun akibatnya siswa jadi bodoh. Sistem ini pun dihapus, lalu diganti dengan istilah "datsu yutori kyouiku", yang hr Sabtu tetap libur, tapi buku jadi tebal kembali.






Pendidikan Korea Selatan






Sistem pendidikan Korea Selatan yang tergolong disiplin dan terstruktur adalah pengaruh Konfusianisme yang sudah tertanam sejak lama dalam masyarakat Korea. Siswa-siswanya jarang memiliki waktu cukup untuk bersantai karena mengalami tekanan untuk berprestasi baik dan masuk universitas ternama. Pendidikan dilihat sebagai aspek penting bagi keberhasilan dan persaingan di Negeri Gingseng. Di negara ini terdapat lima mata pelajaran utama, yaitu Matematika, Sains, Bahasa Korea, Studi Sosial, dan Bahasa Inggris. Biasanya pendidikan fisik atau olahraga dianggap tidak terlalu penting, makanya banyak sekolah yang tidak memiliki gimnasium yang layak. Korea Selatan adalah negara pertama di dunia yang memberikan akses internet berkecepatan tinggi di setiap sekolah.
Struktur pendidikan di Korea Selatan berformasi sama dengan yang ada di Indonesia, yakni:
  • 6 tahun untuk sekolah dasar (SD)
  • 3 tahun untuk sekolah menengah pertama (SMP)
  • 3 tahun untuk sekolah menengah atas (SMA)
  • dan (meneruskan) universitas


Sedangkan untuk tahun pelajaran di bagi menjadi dua semester :
  1. Semester I : awal Maret – pertengahan Juli
  2. Liburan musim panas : pertengahan Juli – akhir Agustus
  3. Semester II : akhir Agustus – pertengahan Februari
  4. Liburan musim dingin : akhir Desember – awal Februari
  5. Ujian semester II dan kelulusan : awal Februari – pertengahan Februari (satu minggu)
  6. Liburan pendek : pertengahan Februari – awal Maret